"Jangan Hancurkan Aku "
Oleh : Desy Ayu Fatmawati
Dari banyak mata yang kulihat,
mata ini lelah...
Bahkan untuk menatapmu,
melihat bayanganmu saja aku ingin menjadi buta.
Dari banyak suara yang kudengar,
telinga ini panas...
Bahkan untuk mendengarkanmu,
suara samar-samar dari kejauhan itu membuat telingaku terbakar.
Tak usah bicara dengan gaya bahasa yang intelek.
Tak usah tersenyum dengan rona yang lembut.
Tak usah berjalan dengan langkah yang pasti.
Tak usah bersikap seperti manusia yang penuh kasih sayang dan bijaksana.
Aku mengenal ketidak-jujuranmu.
Aku mengenal kecuranganmu.
Aku mengenal ketidak-beranianmu.
Aku mengenal ketakutanmu yang mereka semua tidak tahu.
Disana kau diagungkan dan dihormati.
Disana kau disukai banyak mata yang menatap.
Disana kau menjadi pusat perhatian.
Disana kau menjadi sosok lelaki yang didambakan.
Tapi bagiku........
Kau hanya lelaki gemetar dengan perasaanmu.
Kau hanya lelaki yang bersembunyi diatas rindu yang menggebu-gebu.
Kau hanya lelaki yang berfikir picik.
Cintamu tak cukup berani untuk memilih jalan yang benar.
Mengapa kau harus menyengsarakan jiwa dan ragaku?
Jika cinta yang dirimu cita-citakan padaku,
kau wujudkan dengan cara yang salah.
Kau memilih jalan yang mudah untuk meraih hati seorang wanita lugu.
Musyrik bukanlah cara yang benar.
Kau tak pernah membayangkan betapa remuknya tubuhku,
saat ayat-ayatNya dilantunkan untuk menyembuhkan kegila'an jiwa dan batin ini.
Mentalmu tak cukup berani mematahkan sikap acuhku terhadap lelaki.
Hingga jalan pintas kau tempuh.
Atau mungkin rasa gengsimu yang setinggi langit.
Hingga jalan buruk itu tetap kau kuatkan.
Memang kau lelaki utama digemari para wanita,
kecerdasan dan kebijaksanaanmu melambung tinggi.
Hingga membuat setiap wanita tunduk mencintaimu,
lantas kau juga ingin aku berlutut dikakimu seperti mereka.
Mereka berteriak mengemis cintamu.
Tapi upik abu ini berani berteriak,
kau tidak pantas menerima cinta.
Kau tidak sepatutnya merusak jiwa dan tubuh seorang wanita.